Home   Situs GPMB
ARSIP SUARA ANDA DI GPMB 2004
 

 

    06th December 2004 - 01:19:17 PM    
97 : heru langgeng
kalo bisa bagi-bagi cd hasil kejuaraan ke semua unit Marching Band yang pernah mengikuti GPMB,tanpa kecuali MB. Universitas Muhamadiyah Solo,yang pernah berpartisipasi pada GPMB 2002.

buat MB. Univ. Udayana,moga-moga bisa jadi juara,tahun berapa nih mau ikut ke divisi umum?,masa kalah sama MB.Sadaluhung Unpad sih...


    06th December 2004 - 01:03:29 PM    
96 : Troendoel
Achhhh. Ngak seru kalo saling cela-mencela.
Mendingan kita ngomongin paket show unit2 peserta dan persiapannya.

Kalo bisa pembaca atau redaksi trendmarching bisa kasih info, karena saya cari-cari info belum dapet juga. Masak kita harus tunggu sampe GR? Mana banyak yang ngambil GR subuh2 lagi! Kayaknya baru UI dan Kaltim yang announce.

Gimana nih kabar persiapan dan paket show 2 unit bandung GWM dan Nawala? Gimana juga 2 unit Bali Udayana dan Smansa? Semen Gresik mau main paket apa? Sadaluhung? Angkasa Pura? Gita Teladan? Garuda? Gita Fitri? JH? dll, dll.

Ayo kita kasih semangat unit-unit peserta GPMB. Tolong kalo ada yang punya informasi, di share ya.


    06th December 2004 - 12:56:31 PM    
95 : anwar
ganti topiiik... ngomong-ngomong para peserta persiapannya udah nyampe mana nih? nggak kerasa tinggal 2 minggu lagi menuju GPMB.


    06th December 2004 - 10:39:40 AM    
94 : tony refa
Salam buat insan MB di Indonesia...

ternyata seru juga ya,...mungkin apa yang disampaikan semua itu bertujuan baik,....tapi yang perlu diingat,.bahwa apapun itu pasti ada kekurangan dan kelebihan.
Jangan lah kita cuma membicarakan masalah kekurangan saja,..tapi juga sisi kelebihan atau positip.
Masalah penjurian sejak dulu pasti ada pro dan kontra,...tapi alangkah baiknya kita saling mengoreksi demi majunya marching band , istilahnya kritik membangun lah...
Yang perlu dibangun itu rasa percaya,..tidak ada juri yang paling top atau bisa,.pasti juga ada kekurangannya,...entah itu juri luar atau lokal,...tapi bagaimana kita menumbuhkan rasa sportifitas,kejujuran dan netralitas yang tinggi bagi juri2 itu.
Misalnya juri A yang dianggap paling top,..ternyata tidak sportif gimana,..jadi juri lokal pun belum tentu jelek.
Juri2 itu pun akan mempertaruhkan namanya,..jika penilaiannya nggak sesuai,..jadi semua pasti beresiko,..menilai baik adalah tugasnya dan seharusnya,...menilai dengan sembarangan akan menjatuhkan namanya,.resikonya nggak akan dipercaya menjadi juri lagi,.... dan semua itu tugas dari panitia,..apakah juri2 itu nanti akan dipakai lagi pada kejuaraan berikutnya,..

Kita juga harus menyadari,.bahwa tidak ada pembina,pelatih,pemain ataupun suporter yang pengen unitnya kalah,....pasti pengennya menang,...tapi itu kan juga nggak mungkin,..bagaimana menerima kekalahan itulah yang harus jadi pembelajaran juga,...kalau kalah pasti ada rasa ketidaksukaan pada juri tentunya,...karena semua merasa unitnya yang paling bagus,...

Marilah kita memajukan dengan rasa persatuan,kesatuan,dan kebersamaan,...
Dengan menang dan kalah itulah,..apa kita mengorbankan semua rasa itu,...
Mari kita majukan marching band Indonesia,..saya yakin,..banyak sekali insan marching band di Indonesia yang mau memajukan,...tapi kadang kita kurang bersatu,..sehingga,..merasakan ada ketidak cocokan dalam berpikir.
Perbedaan pendapat itu wajar,..dan harus,..tapi harus juga jangan meninggalkan etika2.
Bagaimana kita mau dihargai,..kalau kita sendiri tidak mau menghargai,...

Maaf kalau apa yang saya tulis ,.kurang berkenan dihati rekan2,...

Majulah Marching Band Indonesia,...

Salam,...
the_CORPS Komunitas Pecinta Seni Marching Band Semarang


    06th December 2004 - 10:35:42 AM    
93 : Denny
Bravo juga buat Pak Benny.........
Salut karena anda berbicara atas nama panitia
Buat tuan rumah juga setuju kalau anda bilang Sdr. Asongan kurang sopan, tidak berani menyebutkan nama asli dan dari unit mana. Jadi seperti nulis "Surat Kaleng" aja........


    06th December 2004 - 07:44:01 AM    
92 : aliesha
bravo pak benny!!!


    06th December 2004 - 01:10:29 AM    
91 : benprass
Buat Redaksi TM,

Sejak kemarin, sabtu 4 desember 2004, saya coba browsing ke TM dan berhasil masuk hanya di pintu gerbangnya saja, sedangkan untuk masuk ke page berikutnya nggak bisa masuk, ternyata selidik punya selidik hyperlink Enter untuk masuk ke page berikutnya (Main Menu) yang indexsecond.htm selalu Error gak bisa masuk, setelah saya ganti alamatnya dengan http://www.trendmarching.or.id/index.htm baru bisa masuk ke main menu, kayaknya inilah penyebab sepinya posting di hari minggu, 5 desember 2004.

Buat Mr Asongan,
Semula saya ingin ikut nimbrung "polemik" Mr. Asongan dengan Oldman, tetapi saya persingkat saja dulu, yang pada prinsipnya apapun komentar Mr. Asongan merupakan suatu kecurigaan yang terlalu dibesar-besarkan, seolah-olah Dewan Juri dan Panitia GPMB 2004 tidak berfikir secara matang dan asal-asalan, seolah-olah Juri-Juri lokal yang digunakan itu tidak berpengalaman atau miskin wawasan penjurian, atau seolah-olah upaya penyebarluasan informasi tentang apa yang akan dilakukan oleh Dewan Juri pada saat pertandingan merupakan suatu pelanggaran berat terhadap Code of Conduct dan tabu untuk diketahui oleh publik, Semua kecurigaan-kecurigaan anda itu tidak berdasar sama sekali, Justru pada saat ini Dewan Juri dan Panitia GPMB 2004 memiliki keinginan yang kuat untuk bisa menyelenggarakan event dengan baik, bisa melaksanakan penjurian dengan baik, obyektif dan jujur, bisa menghargai pengorbanan waktu, tenaga, biaya dan pemikiran para peserta GPMB 2004, bisa memuaskan para penonton, bisa memperoleh ilmu dan pengetahuan yang lebih banyak dari para EXPERT dari Blue Devils untuk kemajuan marching band di Indonesia.
Beberapa pemikiran anda tidaklah salah, tetapi akan lebih baik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu sebelum dilontarkan, Ataukah ini memang cara anda untuk menggali informasi atau menguji kesiapan Dewan Juri dan Panitia GPMB 2004 ?
Dari statement-statement anda sebenarnya tersirat rasa cinta yang mendalam pada dunia marching band ini, kalo nggak? mana mungkin anda melontarkan pemikiran-pemikiran yang sedemikian tajam dan sinisnya..... Bila Anda tidak puas, Mungkin akan lebih baik bila kita bisa bertemu muka dan berdiskusi panjang lebar tentang permasalahan-permasalahan tersebut, daripada seperti ini....

Mr. Asongan,
Jangan buang pemikiran anda yang kritis tersebut hanya untuk menciptakan polemik yang tak ada akhirnya, Dunia Marching Band membutuhkan semua pemikiran positif dari anda dan dari seluruh insan marching band di Indonesia untuk perkembangan dan kemajuan marching band Indonesia...
Kalo bukan kita, siapa lagi ....???

Salam
Benny Prasetyo
Koordinator Bidang Lomba GPMB 2004
Wakil Koordinator Dewan Juri GPMB 2004


    05th December 2004 - 12:29:17 PM    
90 : Dudit jogja
buat panitia:
coaching clinic yg tanggal 17 desember kok ndak dimulai dari pagi sih....kalau bisa dibikin dari pagi sampai malam biar kita yg didaerah bisa belajat sedot full ilmu dari mas-mas bule pakar itu...semoga diperhatikan !!


    04th December 2004 - 09:38:00 AM    
89 : Redaksi
Fair Competition for GPMB 2004 !!

Sdra ASONGAN...sampeyan ini punya nama ndak sih ? Yang lain posting pakai nama yang diberikan oleh orangtua. Postingan anda memang sangat berbobot.
Tapi....saya harapkan anda SOPAN dirumah saya !!

::MOD::

IKLAN :
(kalo capek....nongkrong saja di stand Trendmarching 18-19 Desember 2004, minum gratis)


    03rd December 2004 - 11:57:27 PM    
88 : raniy, siy pnonton gpmb!!
humm..kinda agree with da asongan boy 'bout da "pembelajaran" thingy..bukan provokasi si sbenernya..cuma menanyakan kembali apa yang uda dilontarkan oldman or sumthin..bukan begitu pak?? eniwey..dari tulisan andy sama oldman yang diquote sama asongan, kok juri ga ada koordinasi yah spertinya? yang 1 bilang tidak! yang 1 lagi bilang..kalau perlu..IYA!...hummmm *thinkin'*...

ikutan de et..jadi fansnya asongan..huhuhu....:D

ps :.....cuma mo nanya sama admin..kok postingan gwe yang lalu ada yang ilang yah?? knaps??
pim : males ah..jau..:p


    03rd December 2004 - 10:20:06 PM    
87 : sehat
waaaw.... sdr asongan....
setelah membaca tulisan anda...
saya jadi nge-fans (baca: penggemar) banget dengan anda...,cerdas.. berwawasan luas,serta kritis dalam menyikapi permasalahan.Saya ingin berkenalan dengan anda, semoga lebaran mb (GPMB) nanti saya bisa bertemu dan membeli permen dan minuman yang anda tawarkan nanti...
Karena pengalaman dan pengetahuan marching band saya yang masih minim, jadinya banyak istilah yang baru buat saya dan kurang dimengerti (mohon maaf kalau ini agak merepotkan).
Mungkin lebih baik saya menjadi pedagang asongan, supaya bisa meniru jejak anda daripada menjadi pelatih mb dan mahasiswa... :) (supaya ikutan pintar....)

anyway, saya tidak bisa komentar apa2... karena permasalahannya sudah ditanggapi dengan baik oleh yang terlibat dalam perhelatan ini. Dalam hal ini pak iwan (sebagai KOORDINATOR dewan juri, bukan dewan juri), dan andy dougharty sebagai anggota dari DEWAN JURI.
Kita patut bersyukur bahwa mereka (dewan juri -red) masih mau menyisihkan dan mencurahkan waktunya untuk menilai kejuaraan se-DAHSYAT GPMB. Bayangkan jika tidak ada yang mau untuk menjadi juri......

btw, saya ada info sedikit
MB Madah Bahana UI pada GPMB 2004 akan membawakan 5 buah lagu:

1. Tokecang dari jawa barat.
2. Ayam den Lapeh dari sumatra barat.
3. Esamokan dari manado(sul-ut).
4. Janger opener.
5. Janger dari bali.

Kesemua lagu tersebut akan ditampilkan dalam format yang unik... khas indonesia, tunggu saja...

Salam marching band... jayalah selalu GPMB....!

sehat kurniawan saiman
MBUI Band Director


    03rd December 2004 - 05:33:10 PM    
86 : asongan
Terimakasih penjelasannya Pak Andy. Penjelasan Pak Andy sangat bermanfaat & elegan. Kalau sistem penilaian (model rubric u/ MB) spt yg Bpk. cerita, itu sudah menjadi standar isian model penjurian "pertunjukan". Meski kriteria, bobot, range dan kalkulasi-nya bisa berbeda tergantung orientasi pada nilai-nilai "seni" (harmonisasi, inovasi, original, universalitas, komposisi, sinergi, konsistensi pd tema, etc..etc..)yang diusung dan dpt dinilai. Meski memang (katanya 100% ?!) copy-paste dari DCI, jelaslah tidak menjadi "kerdil" bagi kita untuk meng-kayakan nilai2 seni diatas dg point2 rubric yg berorientasi pd muatan-lokal. Yg menjadi warna & atmotsir seni khas MB Indonesia. Sebagai penikmat seni Anda pasti cukup faham itu. Kalau rubric DCI anda sangat "menghargai" denting & slot Bb (B-mol), sejatinya rubric tsb juga masih cukup menampung banyak space untuk alokasi "penghargaan" thd denting pentatonis misalnya. Sehingga tipuan-mata dan tipuan-telinga contekan mati-mati-an MB Indonesia pada tema-tema (kadang warna&irama) para Band di DCI bisa sedikit dieliminir. Dan kita tetap bangga dengan stilasi & asesori lokal. Setidaknya kita tidak memberikan tontonan membosankan pada Steve "expert" yang berharap .....
"The opprotunity to watch and teach with music educators from OTHER CULTURE is a once in a life time chance"


Kembalil ke topic responses kita sebelumnya...
Dibawah ini adalah diskusi bermanfaat antar Pak Andy dan Pak Oldman dan Tukang Asongan kebetulan lewat disampingnya.

Andy :
Demi kepentingan semua pihak dan sistem penjurian yang benar dan yang dapat dibuktikan pantas dan jujur maka saya menyarankan bahwa setelah dua unit selasai tampil sebaiknya kita rapat untuk meyakinkan semua bahwa apa yang mereka melakukan sesuai dengan rubric dan bukan dengan sistem l;ama yang sudah menjadi kebiasaan. Itu TIDAK BERARTI KAMI AKAN berbincang siapa benar, siapa salah dan siapa harus GANTI NILAINYA.


Oldman :
Yang disebut sebagai "pembelajaran" dipenjelasan saya sebelumnya adalah untuk mencheck ulang hasil penilaian yang telah dibuat (utk 2 penampil pertama) sehingga kalau dianggap perlu BISA DILAKUKAN KOREKSI sebagaimana mestinya dan dengan demikian untuk PENAMPIL SELANJUTNYA SUDAH AKAN COCOK INTERPRETASINYA....
Dengan demikian kalau ada yang perlu dikoreksi maka akan SEGERA DIKOREKSI sehingga tidak merugikan bagi penampil awal YANG BIASANYA menjadi "korban" karena dipakai sebagai standar terendah dari seluruh peserta yang tampil selanjutnya.... (red.: sdh brp byk korban s/d gpmb 2004)
Dengan dilakukan pembahasan dan KALAU PERLU DIKOREKSI koreksi (BAIK STANDAR MAUPUN NILAINYA) maka bagi peserta yang mendapat undian no 1 dan 2 tidak lagi merupakan suatu keadaan yang biasanya disebut mendapatkan "nasib jelek"

Asongan :
(muka bengong mulut ternganga)
OOOOooohhhhh........
(garuk-garuk kepala)
Wah,... 1/2 jam untuk "pembelajaran" pasti tidak cukup.



    03rd December 2004 - 11:14:03 AM    
85 : Andy
Asokan,

Justru karena setiap tahun GPMB tidak pernah bebas dari isu ada kecurangan atau kekurangan, kami sebagai juri berusaha untuk menjelaskan sistem yang lebih jelas dan lebih tepat. Anda harus mengerti bahwa sebelumnya, juri masuk dan dipercaya untuk memberi nilai yang pantas sesuai dengan standar masing-masing.

Menurut sistem yang dulu-dulu, setiap juri harus ingat penampilan yang pertama dan anggap itu sebagai penampilan yang rata-rata (sistem itu minimbulkan kepercayaan sangat tidak hoki kalau tampil pertama). Sistem berikutnya yang saya mengikuti di GPMB adalah setiap juri harus ingat penampilan yang paling bagus yang dia pernah melihat dan anggap itu sebagai standar untuk nilai yang mendekati sempurna. Dua sistem tersebut punya kekuatan dan kelemahan dan setelah sekian lama sistem penilaian marching band di seluruh dunia mulai mencari sistem yang lebih tepat.

Sistem rubric yang sudah dipakai dimana-dimana dan yang sudah disetujui oleh pihak GPMB beberapa tahun yang lalu sangat mudah dimengerti. Ini bukan sistem yang perlu banyak bimbingan atau latihan untuk menguasainya. Di rapat juri kemarin, semua anggota hanya diingatkan bahwa ini sistem yang sebenarnya harus dipakai dan kalau dipakai dengan benar tidak akan minumbulkan keraguan. Mengapa? Karena dengan sistem rubric setiap orang dapat melihat kriteria-kriteria dan jawab sendiri apakah kriteria-kriteria tersebut dipuaskan. Maka dalam rapat yang anda sebutkan, setiap anggota juri disuruh membaca dengan teliti dan benar-benar mendalamkan – mendekati hafal – rubric dari caption mereka sendiri? Menurut saya itu tidak merupakan dorongan atau usaha untuk membentuk pola pikiran dari anggota juri.

Kekuatan dari sistem rubric dapat dijelaskan dengan contoh ini:

Saya menjadi juri untuk nada Bb (bes). Itu berarti saya harus melihat dan meliti rubric itu saja dan tidak perlu terlalu kasih perhatian terhadap yang lain. Colorguard yang cantik dan lincah, perkusi dalam jumlah banyak yang pamerkan teknik-teknik yang luar biasa maupun marching and manuevering yang sangat kompak dan rumit boleh saja mempengaruih saya secara pribadi. Tetapi karena tidak masuk dalam rubric yang saya bertanggungjawbkan tidak dapat mempengaruih nilainya. Saya hanya nilai Bb.

Di rubric tersebut ada kotak dengan penilaian 1-3 untuk orang yang membunyikan Bb satu sampai sepuluh kali. 3.1 – 5 untuk orang yang membunyikan Bb sebelas sampai lima belas kali. Dan 5.1 – 7 untuk orang yang membunyikan Bb enam belas sampai dua puluh kali.

Ada juga kotak dengan penilaian 1 – 3 untuk orang yang membunyikan Bb tinggi: 1 untuk jarang an kualitas suara dibawa rata-rata, 2 untuk kadang-kadang dan kualitas suara rata-rata baik dan 3 untuk sering dengan kualitas suara konsisten baik.

Bagi orang yang awam mungkin dapat menanyakan “Apa maksudnya dengan rata-rata dan sering? Bukankah itu berarti penilaian subyektif?” Jawaban adalah Ya dan juga Tidak. Ya karena itu masuk salah satu kepercayaan kita terhapdap juri – yaitu bahwa mereka cukup menguasai bidangnya untuk menilai apakah itu Bb yang bagus atau yang jelek. Dan, Tidak juga karena kalau dia mengikuti sistem rubric maka dia tidak dapat memberi nilai yang tidak pantas. Kalau orangnya membunyikan Bb Cuma dua kali dengan suara yang tidak baik maka juri tidak punya pilihan lain selain memberi nilai 1 saja. Juri tidak boleh lagi bilang “Menurut saya mereka dapat nilai 2.” Yang benar dengan sistem ini adalah “Menurut saya mereka membunyikan Bb tinggi hanya dua kali dengan suara yang tidak terkendali. Menurut rubric - yang anda dapat membaca sendiri - saya harus memberi nilai 2.”

Rubric-rubric yang dipaki oleh juri setiap caption masing-masing (M&M, D&S, dll.) ada di balik score sheet-nya. Didepan score sheet tersebut anggota juri akan menulis nilainya berdasarkan rubric yang ada di belakang halaman.

Yang anda harus berusaha mengerti adalah ini sistem yang mungkin belum begitu terbiasa bagi juri – kecuali saya, Scott dan Steve. Juri GPMB tahun ini merupakan yang paling baik dan paling dipercaya yang kami dapat mengumpulkan untuk GPMB tahun ini. Apakah ada yang lebih bagus dari saya atau lebih pantas menjadi juri? Pasti ada… akan tetapi mereka tidap rela atau tidak sanggup menjadi juri atau panitia tidak sanggup bayar ongkosnya. Demi kepentingan semua pihak dan sistem penjurian yang benar dan yang dapat dibuktikan pantas dan jujur maka saya menyarankan bahwa setelah dua unit selasai tampil sebaiknya kita rapat untuk meyakinkan semua bahwa apa yang mereka melakukan sesuai dengan rubric dan bukan dengan sistem l;ama yang sudah menjadi kebiasaan. Itu tidak berarti kami akan berbincang siapa benar, siapa salah dan siapa harus ganti nilainya.

Hanya ada satu pertanyaan yang saya pernah dengar dari kepala juri pada saat menjadi juri kejuaraan dunia, yaitu “Apakah anda yakin tentang nilainya dan apakah itu dapat dibela dan dibuktikan oleh saya kepada mereka berdasarkan rubric?” Kalau anggota juri menjawab “iya” tidak perlu ada keraguan lagi. Kami pernah menghadapi orang yang tidak setuju dan tidak puas tetapi mereka tidak dapat bilang apa-apa kalau rubric ditunjukkan kepadanya. Penilaian subyektif, penilaian emosianal maupun penilaian yang berdasarkan kesetiaan pantas dan wajar menurut saya tetapi diluar lingkungan juri!

Seandainya saya suka unit A. Saya menjagokan mereka dan sangat harap mereka menang. Asal saya tetap mengikuti rubric itu tidak dapat menjadi persoalan. Grup A bunyikan Bb 12 kali dan kadang-kadang bunyikan Bb tinggi dengan suara rata-rata baik dan itu membuat saya senang. Tetapi unit B bunyikan Bb 15 kali dan kadang-kadang bunyikan Bb tinggi dengan suara rata-rata baik. Apakah nilainya akan dekat? Tentu, karena dalam kotak penilaian yang sama tetapi rubric sangat jelas bahwa nilainya berdasarkan berapa sering Bb dibunyikan maka sebagai juri saya tidak punya pilihan lain dan anda, sebagai pendukung, juga tidak punya punya pilihan lain selain menerimanya.

Masih belum mengerti mengapa kami mau memanfaatkan sistem seperti ini?

Andy Dougharty


    03rd December 2004 - 10:49:52 AM    
84 : Asongan
Thanks' Anwar.
Memang leluasa bagi kita untuk memilih sejuta pilihan kata-ganti untuk "pembelajaran" atau "belajar".
Semua pasti, bisa! Dan ini adalah hal sepele.
Yang harus kita persiapkan sekarang adalah
sesering mungkin melatih diri untuk siap melihat ketegaran para penampil dan siap menerima keputusan Juri !!!
Itu saja, karena ( hiks..hiks..) saat ini kita sudah telanjur tahu niat & konsep model penilaian juri gpmb spt itu.Tinggal kita tunggu 2 minggu ini, keterbukaan stpd apa lagi yang jadi terobosan. Se-senang-senang-nya, se-histeria-histeria-nya orang menanti kedatangan Scott & Steve, semoga tidak lantas membuat kita lupa-diri dan ke-bablasan berisik.
Santai saja Bang Oldman, Coba belajar Asssyyiikk, Elegant dan Mature.
Karena toh Pemain, Pecinta & penonton GPMB bukan anak TK yg kegirangan nunggu-nunggu Badut Ancol.

Toh si expert juga cukup santai koq. Katanya ... :
...."Not only will I be able to meet new friends in the music world but we will be able to SHARE the universial language of music TOGETHER".....
"The opprotunity to WATCH and TEACH with music educators from other cultureis is a once in a life time chance. I will be looking forward to hear and watching your groups....." (kutipan e-mail Steve, Elegan kan ?)


    03rd December 2004 - 09:49:15 AM    
83 : anwar
Aku rasa salah satu pemicunya adalah pada kata 'pembelajaran'... mungkin kita bisa pakai istilah yang lain...


    03rd December 2004 - 09:45:31 AM    
82 : Asongan
Semua setuju, jika kita ingin menuju perbaikan semua harus positif.Awalnya saya sedikit mengerti (dan cukup maklum) dg rencana Pak Oldman, setelah posting #79 betul sekali tuduhan Pak Oldman; saya sekarang jadi positif nggak ngerti. Terlebih, sempitnya (emosi & persepsi)kontra-response anda atas response kemungkinan "praduga" di-untung/rugi-kan 2 team-jangkar yg saya lontarkan.
Spt Pak Oldman bilang :
"Toh kept. dewan dilaksanakan 1 hr sblm undian tampil peserta"
"Justru 2 team pertama akan lepas dari paradigm 'nasib-jelek'"
dst...dst...

Sehingga bagi saya, 3 alinea kontra-response anda adalah pembelaan dangkal. Layaknya deskripsi guru-tk pada anak 3-4 thn.
Tegasnya,
1. Mohon dijelaskan teori "penjurian" macam apa yang anda anut, dg membuat dan menentukan model penilaian pada team-jangkar ini ?
2. Bukankah dlm kompetisi MB seperti ini sudah terdapat deposit-point ?
3. Betul bahwa (niat) anda positif dan mungkin saya sedikit provokatif (menurut anda), tapi tetap saja Pak Oldman, katakanlah model penilaian dg orientasi pd team-jangkar ini sah-sah saja pada kompetisi MB, namun "keterbukaan" yg telah anda tebar (dg membeberkan rencana model-penjurian kpd publik/awam/peserta) adalah STPD. Bagaimanapun juga, "cara" juri menyelaraskan/mencapai/mencocokan hasil-nilai adalah salah-satu "Code of Conduct" independensi dan kewenangan juri yang "haram" diketahui publik. Seberapa POSITIVE (anda pikir) dorongan anda untuk membeberkan "berita-baik" ini kepada publik.
4.Baiklah memang penilaian kompetisi MB tidak bisa dilakukan se-instant & se-terbuka senam, loncat indah ice-skate maupun dance-competition. Karena dlm MB (sesuai score-sheet yg memuat puluhan? ratusan? titik credit-point)semua nilai team harus di-grading terlebih dahulu. Namun mohon di-ingat bahwa semua juri harus mempunyai code-of-conduct dan commitment bahwa SEMUA Team adalah team-jangkar, sehingga grading bisa dilakukan apple-to-apple, one-to-many atau many-to-many base on standard & pengalaman "expert" Steve & Scott. Dan semua juri harus sesering mungkin (bukan maksudnya tidak terlatih lho Pak Greyman) melakukan role-play untuk itu.
5.Bolehkan niat positif anda saya encourage ?.
Kongkrit saja :
Rekam kondisi diskusi dewan juri (live!) dalam penentuan nilai di ruang diskusi juri !!!
Sehingga setelah pengumuman pemenang gpmb, peserta akan terima 1 lembar score-sheet dan 1 keping vcd rekaman sidang keputusan dewan-juri.
Berani terima tantangan. ??? Harus berani !
Jangan curiga & sinis, ini untuk kebaikan Pak Tua MB Indonesia.
Toh anda harus sesering mungkin menerima "treatment" seperti ini, supaya lebih berani dan matang.
Jangan takut ber-polemik,
Jangan terlalu paranoid, menuduh kemerdekaan ber-apresiasi sebagai provokasi,
dan ..........
Saya yakin tulisan kita pasti ber-manfaat. Seperti kedatangan kedua "EXPERT" (jadi ikut2an pake quote-unquote).

Pisssss.........
Fahrenheit 19/12


    03rd December 2004 - 09:33:09 AM    
81 : aliesha
salut buat pak iwan. selalu penuh semangat dan berdedikasi. as a personal, gue percaya beliau sudah mempertimbangkan ini itu secara bijaksana dan objektif sebelum mengeluarkan keputusan. makanya gue juga percaya sama langkah2 yg sudah, yg juga akan diambil dlm penyelenggaraan gpmb nanti.

buat jacka raff, setau gue, mbui memutuskan pindah divisi bukan krn pertimbangan kalo pindah divisi trus nilainya bisa jadi lebih tinggi. yg gue denger dari temen2, pertimbangan mbui waktu itu adalah krn di divisi umum, tidak ada pembatasan usia pemain seperti di divisi sekolah, jadi drpd memancing keributan krn masih banyaknya alumni yg bermain, pindah lah mbui ke divisi umum.
lagipula gue gak pernah denger ada pembedaan sistem penilaian antara divisi umum dan sekolah.. emang ada ya? soalnya dari taun ke taun setiap unsur2 penilaiannya selalu sama kok.. (mungkin pak iwan bisa bantu menjelaskan masalah penilaian antara dua divisi ini?)
kalo ada peningkatan nilai, rasanya gak hanya dialami ole mbui, krn taun lalu, band2 universitas spt UII, Udayana, dan UNPAD juga naik pesat nilai2nya sejak dua taun lalu.
mestinya itu bukan faktor keberuntungan, atau krn pindah divisi, tapi krn kerja keras masing2 unit band tsb dong?

jangan suzon juga kalo marko jadi juri trus nilai ui atau pkt jadi jauh di atas lain. selama ini gue selalu melihat jebolan2 pkt kayak marko, sehat, hasan, rosmina dkk bertindak profesional kalo mereka diminta jadi juri.

gitu aja deh.. pizzzzz!!!

gak sabar nunggu try-out nih!!!


    02nd December 2004 - 11:29:59 PM    
80 : arif
Hooreeeeeee...gpmb lagi.....ehm.rasanya sudah tdk sabar lagi pingin liat para jawara mb berlaga lagi dgn kepinterannya,wah selamat yah buat smuanya bisa tampil di gpmb lagi,ini tandanya pembinaan selama setahun bisa diliat hasilnya ,pokoknya selamat buat smua(pembina,manajer team,pemain,dan kru2 mb smua)entah apa aja nanti hasilnya bagi saya ikutan gpmb sudah prestasi banget,smua kan tdk main2 perlu proses yg lumayan rumit latian yg ekstra keras,palagi biaya yg tdk sedikit juga kan,
Kalah menang adalah biasa,jadi masalah juri jgn terlalu diperdebatkan dgn sengit,yg penting kita tampil maksimal bersih,dan up to date ,pasti juri akan nilai tinggi juga.
pokoknya maju terus pantang mundur,mudah2an buat smuanya,kalian dah jadi pemenang kok bisa tampil di gpmb.buat panitia...murahin lagi donk tiketnya hehehehe....salut jg buat panitia,bisa ngadirin juri dr luar,dan mudah2an smuanya puas,.......oke salam


    02nd December 2004 - 10:23:18 PM    
79 : Oldman
Sdr. Asongan dan Sdri. Priska,

Komentar Sdr. Asongan memberi kesan bahwa Sdr. "kurang memahami" rencana yang sudah digarap dan dipersiapkan oleh seluruh anggota Dewan Juri (bukan dibuat oleh Ketua Dewan Juri pribadi!!).
Hal ini dibahas dalam Rapat Dewan Juri tanggal 27 Nopember lalu dan atas permintaan dari seluruh anggota Dewan Juri (termasuk Sdr. Andy Dougharty dalam Dewan Juri tersebut) maka diputuskan untuk melakukan “pembahasan dan penyamaan persepsi” bersama Scott dan Steve setelah 2 penampil pertama. Jadi keputusan mengenai “Break untuk Pembahasan” ini dibuat sebelum dilakukan undian pada Technical Meeting hari Minggu tanggal 28 Nopember 2004 (kebetulan dari hasil undian diperoleh penampil ke-1 dan ke-2 adalah MB. Gita Fitri Ponpes An-Nur Bekasi dan Putri Santa Ursula Marching Brass)

Bukan maksudnya bahwa 2 penampil awal akan dipergunakan sebagai "kelinci percobaan" atau "test case" akan tetapi penilaiannya akan dibahas dgn Scott dan Steve (terutama untuk Percussion dan Brass) dimana mereka terlibat langsung dalam penilaiannya.Dengan demikian kalau ada yang perlu dikoreksi maka akan segera dikoreksi sehingga tidak merugikan bagi penampil awal yang biasanya menjadi "korban" karena dipakai sebagai standar terendah dari seluruh peserta yang tampil selanjutnya.
Dengan dilakukan pembahasan dan kalau perlu koreksi (baik standar maupun nilainya) maka bagi peserta yang mendapat undian no 1 dan 2 tidak lagi merupakan suatu keadaan yang biasanya disebut mendapatkan "nasib jelek" tapi justru akan menguntungkan karena penilaian untuk semua peserta secara keseluruhan akan bisa dilaksanakan dengan seadil-adilnya sesuai dengan kualitas penampilannya masing-masing saat itu.

"Tuduhan" Sdr. Asongan yang menyatakan bahwa saya suka bermain di "grey area" samasekali tidak berdasar dan daripada berpolemik diforum ini maka saya undang saudara untuk bertemu dan beragumentasi dengan saya dan team juri secara terbuka sehingga "tuduhan dan misinterpretasi" seperti yang anda tulis akan bisa memperoleh jawaban dan penjelasan yang menyeluruh mengenai konteks, tujuan serta pelaksanaannya nanti (tepatnya Sdr Asongan jadi tidak "ngambang" lagi dengan rencana Dewan Juri, bukan rencana Ketua Dewan Juri pribadi karena Ketua dan Wakil Ketua tidak ikut menilai).

Seringkali diforum semacam ini ada banyak penulis yang menginterpretasikan apa yang dibaca secara kurang tepat karena tidak mengetahui secara jelas apa yang sudah direncanakan oleh Dewan Juri GPMB 2004 untuk melaksanakan penilaian yang adil, tidak memihak dan "tidak merugikan" para penampil awal (yang biasanya menjadi standar terendah dari seluruh peserta yang tampil dan hal inilah yang ingin diperbaiki)

Dengan kehadiran Scott dan Steve yang akan menilai Brass dan Percussion maka juri pendamping di kedua caption itu akan bisa "mencocokkan" persepsi dan penilaian yang dibuat oleh kedua expert itu.
Yang disebut sebagai "pembelajaran" dipenjelasan saya sebelumnya adalah untuk mencheck ulang hasil penilaian yang telah dibuat (utk 2 penampil pertama) sehingga kalau dianggap perlu bisa dilakukan koreksi sebagaimana mestinya dan dengan demikian untuk penampil selanjutnya sudah akan cocok interpretasi serta apresiasinya .

Koordinasi Dewan Juri secara menyeluruh akan dilakukan sebelum hari pertandingan (bukan hanya 1/2 jam seperti kata anda) dan disitulah para juri lokal yang akan bertugas akan bisa bertanya jawab dgn Scott dan Steve tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan pengalaman mereka sebagai Pelatih, Arranger dan bagaimana meng-appresiasi suatu penampilan dari suatu MB sesuai dengan score sheet GPMB (dipergunakan sejak GPMB 2001) yang diadopsi dari DCI Score Sheet tahun 2000.

Sudah barang tentu para juri lokal yang bertugas adalah orang-orang yang sudah cukup berpengalaman dalam melakukan penilaian dan dalam kesempatan yang langka menjadi juri bersama Scott dan Steve haruslah bisa diambil manfaat yang sebesar-besarnya dengan “berdiskusi dan mencocokkan" interpretasi dan apresiasi yang dibuat oleh mereka...tegasnya mereka akan bisa belajar banyak dari Scott dan Steve.
Itu yang saya maksudkan sebagai "On The Spot Short Course" bagi juri lokal kita.

Sekali lagi apabila Sdr. Asongan masih juga belum mengerti dengan jelas maksud, tujuan dan pelaksanaan dari penjelasan saya sekarang maupun yang terdahulu dapat menghubungi saya untuk memperoleh penjelasanan yang lebih komprehensif dan akan lebih baik kalau kita bertemu saja untuk membahasnya, siapa tahu anda akan bisa memberikan masukan yang lebih baik dari yang telah direncanakan oleh Dewan Juri GPMB 2004.

Anda dapat menghubungi saya dinomor HP 0816 - 72 78 76 (setiap saat) atau ditelpon kantor saya 5595 7633/4 (jam kerja)
Saya selalu terbuka untuk mendapat kritik yang membangun dan terlebih sangat menghargai bila mendapat saran dan usulan yang baik, bukan sekedar tuduhan yang "salah persepsi" dengan pernyataan-pernyataan yang tidak relevan atau malah memprovokasi hasil penilaian yang belum dibuat seperti contoh dibawah ini:

Quote:
Ma'af, "stpd"-nya lagi; rencana strategi poin 3 diatas baru saja anda umbar di media umum seperti ini. Penampil,Pecinta & Penonton gpmb, Jelas menjadi ragu dgn rencana bobot penilaian (baca:pembelajaran) anda ini.

Bagaimana tidak, anekdot jargonya pasti lucu.
"Pemenang GPMB 2004 adalah hasil Pembelajaran juri anda selama 1/2 jam". Dahsyat...!

Bagaimana dg psikologis 2 team penampil pertama?
Sindrom stereotif merasa di-rugi-kan/di-untung-kan sebagai 2 team-contoh (anchor-team) bisa menjadi beban.

Jangan-jangan nanti anda isi scoring-form pake pensil lagi (warna abu-abu) dan gampang di-hapus.....
Tapi, biarlah tak kenapa, anak saya di rumah-pun lebih doyan melukis ketimbang matematik koq.......

Jangan hiraukan model penilaian (baca:pembelajaran) Ketua Juri gpmb ini. Juga semua kontra-komentar terhadap model penilaian tsb, termasuk Komentar tukang asongan ini.

(Mari kita lihat bersama komentar peserta setelah hasil gpmb diumumkan nanti, Terimakasih Pak Admin.)

Unquote:

Maksud saya dengan “membeberkan” alasan untuk meng ”cut” 2 penampil pertama disusul break adalah demi suatu keterbukaan dan demokratisasi agar para penonton dan pemerhati serius MB ditanah air tahu jelas kenapa ada break setelah 2 penampil pertama dan bukan mengundang “tuduhan tidak berdasar serta provokasi” seperti yang anda tuliskan itu.
Namun demikian terima kasih untuk komentar anda dan saya tunggu anda untuk menghubungi saya apabila masih menginginkan penjelasan yang lebih lengkap.
Marilah kita menanggapi suatu rencana dan pelaksanaan yang mengarah kepada suatu perbaikan daripada menulis sesuatu yang mengundang polemik yang tidak bermanfaat karena hal itu hanya akan membuat perkembangan MB kita semakin mundur dengan sinisme seperti yang anda pertunjukkan dan tulis dirubrik ini.

Salam selalu,
Iwan "Oldman" Christanto, Ketua Dewan Juri GPMB 2004


    02nd December 2004 - 09:14:53 PM    
78 : Mike
hia...saya stuju ma priska.khan kucian st.ur ma Gita Fitri Ponpes dijadiin team contoh, iya kalo mrekanya setuju2 aza nah kalo enggak khan bs runyam.kalo seandainya langkah penyesuain itu dilakukan, menurut pendapat saya seh knapa ga skalian abis smua team sekolah berlaga...yach mungkin ini akan menjadi bertentangan dg pendapat bung Jacka dibawah (sorry ya bang! :).. ) mengenai terjadinya perbedaan band div. umum & div skul, tapi ini bisa menghindari terjadinya perasaan diskriminasi dari band2 awal.

[1-17] [18-37] [38-57] [58-77] [78-97] [98-117] [118-137] [138-157] [158-177] [178-197] [198-217] [218-237] [238-257] [258-277] [278-297] [298-317] [318-337] [338-357] [358-377] [378-397]