|
Ditulis Oleh: Redaksi
|
|
Selasa, 17 November 2009 |
|
Band luar Jabodetabek kembali membuktikan masih terkuat di ajang Grand Prix
Junior Band VIII -2009 Tenis Indoor Senayan Jakarta, 15 November 2009. Hal ini
dibuktikan dengan tak terkalahkannya DB. Gema Bahana Winaya asal Cirebon pada
divisi remaja. Dengan nilai 63.80 band ini menjadi juara pertama sekaligus melengkapi
3 kali berturut-turut menjadi juara di GPJB. Urutan juara divisi remaja GPJB
VIII sama denga urutan juara divisi remaja GPJB VII 2008. Yaitu : 1.DB. Gema
Bahana Winaya Cirebon, 2.DB. Gema Swara Yapimu -Subang, dan 3.DB. Gema Detik
153 -Cirebon. Sementara di divisi junior DB Mexico Jakarta kembali menjadi juara
mengulangi sukses mereka di GPJB VI 2007. Ditempat kedua DB. Pembangunan Jaya
Tangerang dan ketiga DB. Ge Es Em One Tegal.
Pelaksanaan GPJB VIII -2009 sukses dengan 25 peserta yang ikut membawa perkembangan
drum band SD,SMP di tanah air. Style marching band terasa disetiap event GPJB, berbeda
dengan event Kejurda/Kejurnas PDBI Pusat yang masih kental dengan style drum
band. Keduanya memiliki alur yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama mengembangkan drum band dan marching band. Pada era modern sekarang style marching band lebih "sedap" ditonton dalam setiap performa unjuk gelar.
Waktu pelaksanaan GPJB VIII -2009 juga tepat waktu sehingga tidak ada waktu
yang terbuang percuma dan event dapat diakhiri sebelum terlalu larut malam. Ketua Pelaksanan GPJB VIII Harry Cahyono mengatakan walau ada kelebihan waktu saat Pembukaan,panitia bisa mengatasi sehingga timetable tampil setiap peserta tidak berubah. Penonton dan suporter yang banyak datang dari orangtua yang
anaknya bermain tampak memenuhi setiap kursi di Tenis Indoor dari pagi sampai
malam.
Yang menarik pada pelaksanaan GPJB VIII -2009 adalah tampilnya DB Gema Harapan
Nusa SDN 002 Pulo Gebang Jakarta Timur pada divisi junior dengan menggunakan
trumpet. DB Gema Harapan Nusa merupakan band satu-satunya yang memakai alat
trumpet pada divisi junior. Band-band lain divisi junior biasanya masih menggunakan
pianika. Keberhasilan ini sejalan dengan keinginan PDBI Pengprov DKI Jakarta
dalam menjadikan DB Gema Harapan Nusa menjadi sekolah dasar percontohan menggunakan
trumpet. Hal ini senada dengan keinginan Pengurus sekolah Ibu Hj Suharni dan
Ibu Silvana dalam perbincangan dengan redaksi menceritakan bagaimana persiapan
dan latihan setiap hari menuju GPJB VIII. Mereka menceritakan eskul drum band
boleh diikuti oleh siswa/i kelas 4,5,6. Bayangkan siswa sekolah dasar di sekolah
SDN 002 Pulo Gebang Jakarta Timur sudah bisa belajar bermain trumpet.
Ada baiknya orangtua yang anaknya ikut drumband memperhatikan kelanjutan pendidikan
sekolah anaknya ke tingkat atas dengan memperhatikan eskul drum band, sehingga
hobi dan skill bermain musik dan color guard terus diasah dan bukan tidak mungkin
menjadi musisi handal suatu hari nanti. Sampai jumpa di GPJB IX-2010.
GPJB VIII -2009 didukung oleh WIJAYA MUSIK dan BANK BRI.
Baca juga :
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |