Save
Lupa password?
Mau jadi member? Daftar
Library
Brass
Percussion
Color Guard
Drill & Display
Komunitas
Home
Redaksi
Profile
Free Email
English
Blog
Buku Tamu
Photo Gallery
Chat Room
Forum Diskusi
Profile Pelatih
Profile Band Unit
Kaleidoskop
Alamat Unit/Bands
Rekapitulasi Nilai
Downloads
Arsip Berita
Arsip Mailing List
Arsip Kolom Komentar
Bands of The Year
Info Iklan
Ranking Nasional
Reviews Alat
YouTube
Yang Online
Ada 2227 Tamu Online Dan 9 Member Online
Statistik
Anggota: 5205
Berita: 1295
WebLinks: 41
Pengunjung: 2208372
Ranking Table
Bahanna Distributor
SAITO CONCERT VIBRAPHONE
Wijaya Musik

Webstore

Ikut Milist TM

 
Powered by groups.yahoo.com
Dalam Negeri
DMC / IOMBC
D M O F
B M C
GPMB GPJB
K T D B
ISUZU DRUM CUP
BOMC
Open Tournament
FOMB
SMBC
IDCC
KIDS
Ciremai Festival
PDBI
T O M B
LANGGAM
JOMIKS
KOMBAT
F E D I
TOP DRUM BAND
J M C
Soedirman Open
PUMBA
HB CUP
Pencarian
Luar Negeri
D C I
W A M S B
W G I
N T C A
B O A
BFYMBO
 
Home
Dewa dan anggota MB Bontang PKT PDF Print E-mail
Ditulis Oleh: Redaksi & Rene' Conway   
Selasa, 30 Januari 2007
Tidak semua mengetahui apa yang terjadi pasca penampilan MB Bontang PKT pada babak final GPMB XXII 7 januari 2007, dan tidak semua menyadari ada tamu istimewa yang duduk di jejeran VIP. Dewa yang merupakan band besar di tanah air menyempatkan datang melihat langsung kejuaraan marching band GPMB, dan menyaksikan penampilan MB Bontang PKT. Bagaimana proses panjang sang pelatih mendapatkan ide memainkan paket Salute to Dewa ? Apa yang dirasakan anggota pemain MB Bontang PKT saat ditonton dan dikunjungi oleh Ahmad Dhani, Tyo Nugros dari Dewa ?

Dalam artikel ini redaksi turunkan beberapa foto-foto hasil dokumentasi pengurus MB Bontang PKT yang dikirimkan Rene Conway melalui email ke redaksi. Juga redaksi turunkan wawancara(interview) dengan pemain dan pelatih MB Bontang PKT.

*klik gambar untuk melihat ukuran yang lebih besar


Berikut wawancara redaksi dengan pemain MB Bontang PKT, dan pelatih :

- Wawancara dengan Inul :


Redaksi : Siapa nama anda dan bermain sebagai apa ?

Inul : Nama asli saya Khoirul Ama (saya dipanggil Inul), saya sebagai pemain Color Guard di MB Bontang PKT.

Redaksi : Bagaimana kesan-kesan anda saat bermain ditonton oleh Ahmad Dhani?

Inul : Awalnya tidak percaya, soalnya pada hari sebelumnya ada yang mengakui dia sebagai salah satu crew Dewa 19– satu2nya kata2 yang dia mengatakan yang tidak bisa saya lupakan, yaitu “Gak mungkin Dewa datang hanya untuk Marching Band kalian, apalagi Ahmad Dhani!” Mulai dari situ, saya merasa sangat terpojok. Memang kami semua menyadari Marching Band kami berasal dari kota terpencil yang sangat jauh dari keramaian Ibukota – bahkan banyak orang tidak tahu dimana letaknya kota Bontang.

Kesan saya waktu mendengar Ahmad Dhani datang, rasanya sangat senang dan amat sangat tidak percaya kalau ternyata dia dan Tyo datang, apalagi mengingat komentar orang di hari sebelumnya yang begitu pesimis dan menganggap remeh MB Bontang PKT.

Redaksi : Bagaimana perasaan anda saat bertemu langsung dengan Ahmad Dhani atau Tyo Nugros ?

Inul : Mungkin semuanya sudah bisa bayangkan bagaimana perasaan saya dan teman2 waktu melihat sosok Ahmad Dhani yang begitu gagah berdiri didepan kami semua dan meluangkan waktunya untuk berjabat tangan, mengucapkan selamat dan memberikan tanda tangan pada kami.

- Wawancara dengan Eko :


Redaksi : Siapa nama anda dan bermain sebagai apa ?

Eko : Nama saya Eko Setiawan, saya sebagai pemain Snare Drum di MB Bontang PKT.

Redaksi : Bagaimana kesan-kesan anda saat bermain ditonton oleh Ahmad Dhani?

Eko : Rasanya senang sekali ketika saya tahu dia datang untuk menonton penampilan kami. Begitu kami selesai tampil aku melihat dia berdiri dan ada rasa merinding dan gembira bisa melihat dia disitu.

Redaksi : Bagaimana perasaan anda saat bertemu langsung dengan Ahmad Dhani atau Tyo Nugros ?

Eko : Kalau dengan Ahmad Dhani - rasanya tidak percaya (seperti bermimpi) pada saat lagi berhadapan dengan artis yg begitu populer dan terkenal, bisa bersalaman dan dapat tanda tangannya di kaos. Kalau Tyo – orangnya baik dan ramah, aku tidak nyangka bahwa artis seperti dia mau berkenalan dan berjabat tangan pada seluruh anggota MB Bontang PKT.



- Wawancara dengan Wahyu :

Redaksi : Siapa nama anda dan bermain sebagai apa ?

Wahyu : Nama saya Wahyu Indriyanto, saya sebagai pemain Trumpet 1 dan jabatan saya di MB Bontang PKT adalah sebagai Dancorps (Komandan Korps).

Redaksi : Bagaimana kesan-kesan anda saat bermain ditonton oleh Ahmad Dhani?

Wahyu : Kesan2 saya sangat luar biasa pada saat Ahmad Dhani melihat kami bermain. Semangat jadi timbul dengan sendirinya sehingga membuat kami menjadi lebih percaya diri lagi . . . Sebenarnya sulit dipercaya kalau Ahmad Dhani bakal datang hanya untuk melihat MB Bontang PKT.

Redaksi : Bagaimana perasaan anda saat bertemu langsung dengan Ahmad Dhani atau Tyo Nugros ?

Wahyu : Perasaan saya sangat senang sekali bertemu dengan kedua personil dari Dewa 19, apalagi mereka sudah sangat popular di kalangan artis Indonesia. Dan tetap saya tidak percaya kalau ada bintang terkenal yang meluangkan waktu demi kami (MB Bontang PKT).



- Wawancara dengan Rene Conway :


Redaksi : Redaksi mengucapkan selamat atas hasil juara 1 di divisi umum GPMB XXII, dan redaksi juga mengucapkan selamat atas terpilihnya anda sebagai Coach Of The Match GPMB XXII dan Band Of The Year 2006 oleh Trendmarching Awards.

Redaksi : Apa yang menginspirasi Rene membawakan paket lagu Salute to Dewa 19, apakah anda termasuk fans Dewa ?

Rene : Terima kasih atas ucapannya! Proses memilih program Salute to Dewa 19 sebenarnya agak panjang. Awalnya mulai dari rencana saya untuk membuat Konser Amal untuk Chrisye pada tahun 2005. Ketika saya pulang dari cuti 2005 dan dengar kalau Chrisye lagi sakit, saya cukup sedih karena Chrisye adalah penyanyi favorit saya, bahkan saya suka dia sejak pertama menjadi pelatih di Sampoerna di tahun 1991. Saya sudah merencanakan konser amal dan buatkan aransmen untuk Big Band PKT dengan dukungan dari Erwin Gutawa dan juga ada perjanjian bantuan dari Guruh Sukarno Putra juga, namun sebelum semuanya benar-benar matang, ada kabar bahwa Chrisye sudah mulai membaik sehingga dukungan untuk merealisasikan konser amal ternyata tidak mudah untuk mendapatkan.

Setelah itu, saya mengalihkan focus ke program Marching Band dan mulai pikirkan program seperti apa yang bisa menghibur penonton dan sekaligus membuat
anggota MB Bontang PKT merasa benar2 bersemangat. Sebelumnya saya dan Hery (asisten pelatih Brass) sudah membuat beberapa aransemen lagu pop Indonesia, pengalaman meyakinkan bahwa anggota dan penonton sangat bersemangat bila lagu yang dimainkan adalah lagu yang familiar bagi semuanya. Lalu saya mencari ide – Band mana yang memiliki Ciri Khas yang benar2 identik dengan bandnya, memiliki hits yang luas dan familiar dengan seluruh masyarakat Indonesia. Walau ada beberapa yang terkenal seperti Slank, Gigi dll, hanya ada satu yang benar2 pas di hati saya – yaitu Dewa. Pada tahun 1998, saya bentukkan Band Pop dengan anggota MB sebagai kegiatan tambahan di MB BPKT, karena pada saat itu ada cukup banyak anggota yang suka ngeband. Saya bermain keyboard dan suka mencari lagu2 yang mempunyai harmoni yang penuh untuk mengembangkan kemampuan anggota. Pada saat itu, Dewa lagi vakum karena Ari Lasso keluar, dan Ahmad Dhani bersama Andra keluarkan kaset dengan lagu Kuldesak & Aku Cinta Kau dan Dia – walau sebelumnya saya sudah tertarik dengan karya Dhani,
saat itu saya mulai merasakan ada perubahan dengan stylenya Dhani yang menonjolkan harmoni yang lebih ekspresif dan canggih.

Pada tahun 2000, saya dengar lagu “Roman Picisan” di radio dan langsung punya keyakinan bahwa lagu tersebut akan sangat cocok bila dibuatkan dalam aransemen Marching Band. Dan di GPMB 2000, saya buatkan pemanasan dari lagu tersebut. Namun saya masih merasa lagu itu memiliki potensi yang lebih, jadi pada GPMB 2001 saya buatkan aransemen full dengan tambahan “Mukadimah”. Ternyata benar, lagu2 Dewa sangat cocok untuk MB dan penonton sangat senang mendengarnya.

Lalu pada saat saya lagi pertimbangkan program untuk 2006, walau ada beberapa band yang berkwalitas dan punya koleksi lagu yang bagus, hanya ada satu band
yang benar2 menonjol – yaitu Dewa.Karena saya mengikuti karir mereka dari dulu, dan khususnya dari tahun 1998, saya sangat adalah fans berat yang mengenali lagu2nya dan tahu pasti bahwa anggota saya benar2 suka lagunya. Jadi saya sudah tidak ragu2 lagi ketika memilih Dewa sebagai program untuk 2006.

Redaksi : Bagaimana proses anda bisa mendapatkan ijin membawakan lagu-lagu Dewa ?

Rene : Pada tahun 2004, Andy (Dougharty) mengajak saya untuk ikut menonton penampilan Titi DJ di JCC – kebetulan di penampilan yang sama ada Chrisye dan Dewa . . . WAH luar biasa, bayangkan saja itu kesempatan emas untuk menonton semuanya, dan “siapa tahu” mungkin saya bisa bertemu dengan mereka2 yang sudah lama saya idolakan!

Ternyata iya juga . . . Titi beritahu bahwa Chrisye lagi istirahat di ruang tunggu dibelakang panggung, jadi saya sempat berbincang2 dengan dan sambil berfoto2. Setelah keluar dari ruang tunggu, kebetulan saya melihat Tyo Nugros yang baru masuk dari pintu belakang. Saya ambil inisiatif untuk memperkenalkan diri, dan sekaligus beritahu bahwa saya juga pemain drum. Langsung ada rasa nyambung dengan dia – dia tahu bahwa di kalangan MB para pemain drum sering melakukan visual2 dengan twirling sticks, dan dia minta saya menunjukkan dan mengajar dia cara melakukannya. Kami keluar dari gedung dan mencari kotak kayu untuk bermain dan saya menunjukkan beberapa trick dan dia sangat bersemangat mempelajarinya . . . eh, tahu2 ada BANYAK sekali orang yang cepat sekali menyekitari kami . . . memang benar bahwa anggota Dewa adalah bintang besar!

Saya sempat berkenalan dan berfoto2 dengan Dhani, Once dan Andra juga – luar biasa!

Beberapa bulan kemudian, Tyo telpon ke saya dan minta nama lengkap saya karena katanya dia mau masukkan nama saya didalam Cover album “Laskar Cinta” . . . saya tanya “buat APA? Kita baru kenalan sekali!”, dia jawab bahwa walaupun ketemu sekali saja, apa yang saya berikan kepada dia sangat berarti dan memberi dia semangat yang baru – jadi dia ingin menunjukkan rasa terima kasihnya kepada saya. Jadi kalau melihat Cover album Laskar Cinta – pada tulisan TYO THANX TO . . . nama saya ada disitu.

Setelah itu, saya tetap berhubungan dengan Tyo dari waktu ke waktu. Ketika saya ada ide untuk buat program Salute to Dewa 19, saya minta pendapat dia, dan dia langsung ajak saya untuk bertemu dengan Dhani di RCTI pada saat mereka lagi shooting untuk acara Idul Adha. Saya datang dan Tyo membantu mulaikan diskusi bersama Dhani. Pada dasarnya, Dhani bersikap oke oke saja, tapi cukup jelas bahwa dia tidak terlalu mengerti sebenarnya Marching Band modern seperti apa.
Dia sarankan langsung “Coba pakai Laskar Cinta” karena dia lagi promosikan lagu tersebut . . . kesan pertama saya adalah bahwa lagu itu akan sulit untuk
disesuaikan dengan MB modern . . . dia bilang “Kok sulit? Iramanya “Da dat, dat – da da” (iramanya seperti campuran Rebana dan Drum Band jaman dahulu),
ternyata Maya (istrinya) pernah menjadi mayorette untuk drum band pada saat dia SMA, dan itu saja referensi yang Dhani ingat.

Kami sempat bercanda2 sedikit (“Siapa tahu Maya bisa menjadi Field Commandernya nanti” – hehe!) dan saya ceritakan bayangan2 saya untuk program MB Bontang PKT. Dia cukup mendukung, tapi tampaknya masih belum terlalu memahami apa Marching Band modern sebenarnya. Saya buat janji “Pokoknya, kalau sudah jadi, nanti saya hubungi dan tunjukkan hasilnya dulu”

Kalau soal izin resmi, sebenarnya tidak dibutuhkan secara legal, karena yang saya buat adalah aransemen lagunya yang tidak dimaksudkan untuk mencari untung .
. . seandainya saya mau buat rekaman untuk dijual di toko, baru harus diurus royalty dan lain sebagainya, tapi untuk Marching Band tidak ada masalah, saya hanya
ingin dapat persetujuan dan doa restu dari Dhani, dan sekaligus menujukkan apresiasi saya kepada dia atas karyanya yang saya anggap layak diberikan “Salute”.


Redaksi : Bagaimana proses anda dalam pembuatan aransemen lagu2 untuk program “Salute to Dewa 19” dan apa benar lagu2 Dewa yang anda aransemen mencerminkan emosi dan perasaan anda ? Berapa lama anda mengaransemen ulang ?

Rene’: Kalau soal emosi & perasaan dalam pembuatan aransemen, untuk say bisa dibilang bahwa untuk menghasilkan sebuah aransemen yang baik, seharusnya
ada inspirasi dan perasaan yang mendahului aransemen tersebut. Kalau aransmen dari tahun 2004, semua lagu itu merupakan lagu kenangan bagi saya sehingga sudah ada perasaan yang cukup mendalam dan lama – selain itu, bahwa lagu2 tersebut sudah pernah dibawah oleh grup DCI dalam bentuk yang sama ataupun bervariasi menjadi landasan yang baik untuk membantu saya buatkan aransemen barunya untuk PKT.

Kalau tahun ini, situasinya jauh berbeda karena belum pernah ada aransemen Marching Band sebelumnya dengan lagu2 Dewa 19 tersebut untuk menjadi referensi, jadi saya harus banyak dengar lagunya dan mencari bayangan tentang cara yang cocok untuk menjadikan aransemen MB.Pada awalnya, saya ada daftar yang lumayan panjang dengan 25 lagu untuk mencari yang cocok untuk program Dewa 19. Daftar tersebut saya minta input dari staff dan anggota saya, dan saya kemudian mencari sebanyak mungkin waktu untuk mendengar semua lagu berulang kali untuk mencari yang mana yang kira kira saya bisa dapat inspirasi untuk buatkan aransemen. Kebetulan ada beberapa lagu diantaranya yang merupakan favorit saya (yaitu Lagu Cinta, Pupus & Mistikus Cinta – yang akhirnya saya berhasil medleykan semuanya).

Setelah saya memilih “Arjuna” sebagai Opener, saya banyak mendengar dua versi rekamannya (dari album asli “Cintailah Cinta” dan album konser “Atas Nama Cinta”) dan juga saya ada rekaman dari TV dimana Dewa tampilkan lagunya. Prosesnya agak lama untuk mematangkan konsepnya, karena tidak bisa dipaksakan.
Walaupun ada rencana mau mencatat scenario lagu di rumah sebelum berangkat ke DMC tahun lalu, inspirasinya tidak datang2 . . . ironisnya saya lagi di pesawat menuju Jakarta ketika inspirasinya datang . . . jadi saya langsung mencari kertas untuk mencatat idenya didalam pesawat, karena kalau inspirasi datang, jangan ditunda atau mungkin bisa hilang!

Inspirasi untuk semua aransemen tahun ini sebenarnya berdasarkan perasaan dan emosi saya dari berbagai aspek . . . kalau “Arjuna” itu merupakan perasaan saya
terhadap pertandingan MB dan DCI dimana ada semangat dan rasa sangar dalam bermain dan bertanding – lagu aslinya dasyat dan saya mempunyai bayangan bagaimana apabila ada grup seperti Blue Devils atau Cavaliers tampilan lagunya – bagaimana efek yang mereka akan berikan dan apa yang saya ingin penonton merasakan dalam lagunya.

Untuk “Lagu Cinta / Pupus” – sengaja saya medleykan karena saya suka dua2nya – temponya sama, kuncinya sama tapi perasaan dalam lagu masing2 ternyata
berlawanan. Kebetulan tahun belakangan ini, saya banyak emosi yang dicerminkan dalam kedua lagu tersebut sehingga tidak sulit untuk menghayati dalam aransemennya – bahkan proses aransemen itu menjadi lumayan lancar. Ada satu lagu dari Blue Devils yang menjadi inspirasi untuk awal aransemen ini, kalau
dengar lagu kedua dari program Blue Devils 2000 sekitar 4:28 menit dalam produksinya – ada solo trumpet diiringi oleh brass yang lembut dan mulus –
itu kesan yang ingin saya buatkan dalam aransemen ini. Ada perasaan yang cukup mendalam kalau kita dengar Once menyanyikan Lagu Cinta – dan saya ingin
mendapatkan efek yang sama dalam versi MB.

Kalau “Mistikus Cinta” – kesan di lagu ini juga sangat familiar bagi saya sehingga saya ingin ada feeling yang tulus – terutama di Refrainnya . . . terus terang
sampai sekarang kalau anggota bermain refnya dengan penghayatan yang baik, saya tidak bisa menahan perasaan saya . . . dari dulu saya selalu memberi
pesan kepada anggota saya untuk lagu Ballad, yaitu “Make Me Cry” . . . dan tahun ini mereka berhasil!

Di Percussion Feature (PF) saya pakai “Pangeran Cinta” karena lagunya cukup dasyat, terutama pada Intronya. Saya ingin menjadikan PF tahun ini sebagai “Homage” (kehormatan) kepada mentor / idola saya, yaitu Tom Float yang pernah menjadi Pelatih Perkusi di Blue Devils dari tahun 1982 s/d 1990 (saat itu, Scott
Johnson menjadi Asisten Pelatihnya Tom Float). PF favorit saya dari Tom Float adalah “Paradox” yang Blue Devils tampilkan pada tahun 1982 dan 1983 . . . jadi
setelah saya cukup lama mendengar “Pangeran Cinta” akhirnya saya menemukan cara untuk memasukkan melodinya kedalam format awalnya “Paradox” sehingga
menjadi hampir sama dengan PF aslinya. Kebetulan Dhani memberi saran agar saya buatkan aransemen “Pangeran Cinta” dan dia berharap akan cocok untuk MB
– maka dipertengahan PF saya masukkan Brass Ensemble untuk memainkan melodi dari Ref lagu aslinya.

Untuk Laskar Cinta – lagu ini menjadi aransemen yang paling sulit bagi saya, karena pada awalnya ketika Dhani sarankan lagunya, saya tidak bisa membayangkan
bagaimana lagu ini bisa dimainkan oleh MB sehingga ada kesan yang baik. Cukup lama saya cari inspirasi, dan akhirnya saya ingat bahwa Wayne Downey pernah
ceritakan proses dia untuk membuat aransemen “Pinball Wizard” untuk program Blue Devils pada tahun 1990 . . . bagaimana dia dan teman2 lagi kumpul dan mulai cari variasi lagu asli “Pinball Wizard” yang berasal dari Rock yang cukup keras . . . akhirnya dengan awalnya bercanda, mereka menemukan variasi Jazz yang unik.
Saya penasaran, apakah “Laskar Cinta” bisa dimainkan dengan style Jazz juga? Setelah saya buatkan beberapa variasi, akhirnya saya dapatkan versi yang lumayan
mendekati stylenya “Pinball Wizard” yang diaransemen oleh Wayne Downey. Walaupun “Pinball Wizard” cukup jauh berbeda, tapi nuansanya terdapat dalam “Laskar Cinta” . . . dan akhirnya Dhani juga ancung jempol . . . baca komentarnya dibawah.

Setelah selesai “Laskar Cinta” saya mulai mencari cara untuk kembalikan aliran show ke style lagu “Arjuna” agar bisa membuat “Reprise” untuk ending show . . .
saya mulai mencari bayangan bagaimana saya bisa menyelipkan lagu Dewa 19 yang lain dalam waktu yang singkat . . . bahkan disembunyikan sehingga
kemungkinan penonton yang tidak perhatikan baik2 tidak akan sadar kalau ada melodi lagu lain yang dimainkan. Lagu yang ingin saya masukkan ada tema yang pada dasarnya bisa merangkul esensi daripada program “Salute to Dewa 19” – bahwa setiap lagu yang dimainkan ada hubungan dengan Cinta – jadi lagu yang saya pilih adalah “Cinta ‘Kan Membawamu”. Jadi kalau kembali dengar show setelah selesai “Laskar Cinta”, anda bisa menemukan melodi dari lagu tersebut – hanya dua
kalimat, yaitu “Cinta ‘kan membawamu . . . kembali disini”, lalu langsung ada transisi Perkusi yang mengantar Brass menuju ke bentuk DEWA dalam display .
. . jadi secara langsung ada pesan melalui 2 kalimat itu bahwa Cinta ‘kan membawamu – kembali disini . . . Ke DEWA, kemudian ke PKT (bentuk display berikutnya).Ada banyak aspek dari program visual yang saya pertimbangkan pada saat saya buatkan aransemen, dan setelah aransemen selesai, saya buatkan catatan yang cukup panjang lebar dan kirimkan kepada Andy sebagai panduan untuk dibuatkan Displaynya. Walau saya hampir selalu serahkan bentuk display sepenuhnya kepada Andy (ada beberapa bagian yang saya minta secara khusus, yaitu antara lain - bagian lari di akhir Arjuna dan lagi di akhir show, bentuk Hati yang retak di akhir Lagu Cinta, tulisan Dewa & PKT), saya banyak beri masukan tentang susunan Brass dalam bentuk Display agar menghasilkan suara yang maksimal dari penempatannya di lapangan. Jadi pernah ada komentar dari penonton bahwa suara Brass PKT ada kesan “Stereo”, saya cukup merasa bersyukur bahwa ternyata efek yang dicarikan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan.

Pada saat saya bicara dengan Wayne Downey ketika dia datang ke Jakarta pada tahun 1997 untuk membuat Workshop di GPMB, dia memberikan sedikit pandangan yang dia menyimpulkan dari pengalamannya sendiri maupun dari pengalamannya dengan mengamati pelatih2 lain yang dia kenal . . . yaitu bahwa kalau kita menonton penampilan dari suatu MB atau Drum Corps, apa yang kita melihat dan merasakan dalam show tersebut hampir selalu mencerminkan kepribadian dan jiwa dari Pelatihnya.

Setelah dia ceritakan itu, saya mulai lebih memperhatikan apa yang ada di diri saya pada saat saya buatkan show, bagaimana saya bisa mentransfer dan
mencerminkan perasaan saya didalam penampilan grup saya. Walaupun ada beberapa aransemen yang pada sendirinya dapat emosi seperti yang saya rasakan
(seperti “Bahasa Kalbu” dan “Bunda”), saya baru mulai “agak” berhasil dengan full show pada tahun 2004, namun rasanya saya baru benar2 berhasil untuk pertama
kalinya dengan program tahun ini.  

Jadi kalau ada yang ingin tahu “Bigman sebenarnya seperti APA?” maka coba dengar show ini, walaupun saya bukan pencipta asli lagunya, namun sebagai arranger
saya sempat memasukkan perasaan saya didalam aransemen maupun cara2 lagunya dimainkan dengan ekspresi. Ada rasa sangar, rasa sayang, rasa sedih / sakit hati, rasa frustasi dan juga rasa dasyat. Namun rasa sombong & brengsek tidak ada, (hehe), karena tidak pernah ada maksud begitu secara sengaja!

Mungkin bagi orang2 yang merasa bahwa Ahmad Dhani adalah sosok yang sombong dan arogan, itu kemungkinan image / citra yang dia ingin tampilkan didepan publik, tapi kalau diperhatikan lagunya yang begitu bervariasi, sudah pasti dia orang yang mempunyai jiwa besar dan memiliki perasaan yang mendalam – tidak
mungkin dia bisa menghasilkan lagu yang begitu bervariasi kalau tidak demikian!

Mudah2an cerita dan pengalaman ini bisa membantu arranger2 yang lain untuk mengembangkan perasaannya lagi agar lebih mencerminkan jiwa dalam aransemennya.


Redaksi : Redaksi sempat melihat Dhani Ahmad dan Tyo Nugros datang dan menonton saat penampilan MB Bontang PKT, hal ini jarang terjadi, bisa ceritakan bagaimana prosesnya ?

Rene’ : Hmmm, itu proses yang lumayan panjang dan penuh dengan rasa gelisah – apa MUNGKIN Dhani mau datang untuk menonton penampilan di GPMB nanti???

Jadi pada bulan November ketika program musik sudah selesai dan saya buatkan rekaman video beberapa display dan konser lagunya, saya mulai coba membuat janji dengan Dhani agar bertemu, namun ternyata tidak segampang itu . . . ternyata sudah lama sekali sejak kami bicara (bulan Januari) dan dia tidak terlalu ingat tentang pertemuan kami yang dulu itu. Saya hubungi manajernya (namanya Dian, yang ternyata juga adik kandungnya) dan setelah membujuk terus, akhirnya ada tanda2 positif. Jadi saya ke Jakarta dan dengan nekat berusaha meyakinkan Dhani agar bertemu dengan saya . . . dia hanya beri tanggapan “sms’an aja hari Senin” . . . yahhhh gimana??? Jadi Senin pagi2 saya sms dan beritahu bahwa saya akan datang ke Kantor Dewa jam 1 siang untuk bertemu dengan dia, tapi tidak ada balasan. Saya berangkat dari hotel jam 12, dan ternyata perjalanannya lancer sekali sehingga sampai di Pondok Indah pada jam 12:25 . . . kantornya lagi kosong, pintu depannya tutup dan saya mulai gelisah. Kebetulan saya tahu bahwa rumah Dhani terletak di jalan yang sama dengan kantor, jadi saya putuskan untuk menuju ke rumahnya saja . . . siapa tahu dia berada disitu.

Begitu sampai, pintu garasi terbuka dan supir / bodyguard dia (Iwan namanya) berada diluar. Saya langsung memperkenalkan diri dan tanya apakah Dhani ada di rumah . . . dia bilang kayaknya ada, mungkin lagi makan siang didalam – Iwan lagi menunggu Maya yang mau diantar ke studio Trans TV. Kata Iwan, telpon saja ke HPnya Dhani . . . saya langsung ketawa, “Mana mungkin Dhani mau angkat?!?!” Iwan suruh agar dicoba saja – ternyata diangkat juga! Dhani langsung bilang “Rene’ lagi dimana?”, saya jawab bahwa saya lagi didepan rumahnya . . . “Masuk saja” katanya!

WOW, luar biasa rasanya. Iwan persilahkan saya agar masuk melalui pintu garasi . . . begitu mau masuk, Maya keluar dari pintunya, dan saya sempat bersalaman dengan dia.

Saya masuk dan duduk di ruang tamu “Istana Ahmad Dhani” (rumahnya benar2 MEWAH banget!) . . . kalau pernah menonton video clip “Sedang Ingin Bercinta”,
sebagian dari video tersebut direkam dalam ruang tamu itu!

Dalam beberapa menit, Dhani turun dari lantai atas dan langsung menyambut saya dengan akrab. Kami ngobrol beberapa menit tentang kemajuan program MB BPKT dan setelah itu dia minta melihat hasil rekaman handycam saya.

Pada saat videonya lagi diputar, 2 dari 3 anaknya pulang dari sekolah (El & Doel), dan saat “Lagu Cinta / Pupus” lagi berjalan, dia bertanya kepada anak2nya “Ini lagu apa ya??? . . . Lagunya Bapak kan?” dengan penuh senyum. Sebentar lagi Dian juga datang dan pada saat Laskar Cinta lagi dimainkan, Dhani tampak kaget
dan penasaran . . . dia mengatakan ke Dian “Lagunya bisa JUGA dijadikan JAZZ!”.

Setelah selesai menonton videonya, dia tanya tentang kapan penampilan di GPMB dan bilang bahwa dia ingin datang untuk menonton penampilannya jika jadwalnya
memungkinkan.

Ketika MB BPKT sampai di Jakarta, saya mulai sms’an terus sama Dhani, Tyo dan Yuke (Tyo & Yuke sempat menonton videonya setelah Dhani menontonnya). Ternyata agak susah untuk dapatkan response dari mereka, kecuali Yuke yang beritahu bahwa ternyata dia ada acara di Bali sehingga tidak bisa hadir. Saya hubungi Dian dan tanyakan gimana gimananya . . . dia bilang akan berusaha mengingatkan Dhani, tapi tidak bisa janji dulu. Tapi dengan sikap “Pantang Menyerah” dan nekat, saya terus sms’an ke Dhani & Tyo . . . pada tanggal 7 pagi, Tyo sms saya dari nomor hp yang baru (ternyata yang lama sudah tidak berlaku lagi) dan beritahu bahwa dia lagi di Puncak, tapi sudah mau berangkat kembali ke Jakarta bersama Alexandra (pacarnya) untuk menonton GPMB, tapi masih belum ada kabar dari Dhani . . . jadi saya masih setengah stress, kasihan anggota kalau ternyata Dhani bersikap cuek dan tidak hadir - malah ada orang yang muncul di Istora pada tanggal 6 dan mengakui dia sebagai Crew Dewa . . . katanya tidak mungkin Dhani akan datang besok hanya untuk menonton Marching Band!
Wah, kacau nih!

Pada saat MB mau selesai pemanasan, ternyata Tyo & Alexandra datang dan saya sempat ngobrol dengan mereka sebentar sebelum mereka masuk ke Tribun untuk mencari tempat duduk. Akhirnya saya harus turun ke lorong dimana anggota lagi antri untuk masuk ke Arena untuk penampilan di Babak Final. Saya sudah mendekati anggota untuk memberi salaman dan semangat kepada anggota, dan tiba2 hp saya berbunyi . . . ternyata Dian yang menelpon dan dia bilang “Kami sudah di parkir Istora, tolong minta orang agar bertemu dan mengantar kami kedalam” . . . WOW – saya suruh anggota berkumpul cepat dan sampaikan “AHMAD DHANI DATAAAAANG!!!!” . . . anggota menjadi gila sekali dan langsung teriak dengan suara keras sekali!Akhirnya, setelah perjuangan yang panjang,
kekhawatiran apakah Dhani akan benar2 datang beserta banyak stress seandainya dia tidak datang . . . ternyata dia datang juga.

Anggota tampil dengan energy yang penuh dan setelah selesai dengan penampilan dan Dhani berdiri, saya perhatikan wajah2 mereka – mereka sungguh2 kaget bahwa dia BENAR2 berada di tribun.

Setelah MB keluar dari arena, saya mengajak Dhani & Dian agar masuk ke dalam ruang kami, dan mereka ikut kedalam, dan dengan wajah yang tersenyum Dhani
luangkan waktu yang cukup lama untuk berfoto, tanda tangani kaos dan bersalaman dengan anggota – suatu peristiwa yang luar biasa, baik bagi mereka maupun saya sendiri, karena akhirnya harapan saya terwujud, dan segala perjuangan dan stress tidak sia2!

Setelah Dhani pulang, kemudian Tyo & Alexandra masuk dan suasanya lebih santai lagi, mereka benar2 tenang dan ramah terhadap anggota. Tentunya anggota yang
cewek terpesona dengan wajah gantengnya Tyo, tapi anggota yang cowok lebih terpesona dengan si cantik Alexandra . . . wah Tyo & Alexandra benar2 pasangan
yang sama2 cakep! Bisa dibayangkan kalau mereka akhirnya menikah dan punya anak . . . pasti anaknya akan jadi model yang ngetop, hehehe!

Redaksi : Bisa kasih bocoran rencana paket MB Bontang PKT di GPMB XXIII ?

Rene’ : Untuk sementara ini belum ada rencana untuk Paket MB Bontang PKT berikutnya. Kami lagi menyelesaikan program 2006 – 2007 dengan penampilan2
lokal, misalnya pada tanggal 2 Februari mendatang, kami akan tampil untuk pembukaan PON Wartawan Nasional di Samarinda . . . jadi program GPMB kemaren masih dipertahankan.

Pada tanggal 26 Februari, kami akan mulai rekruting untuk Cadet Band baru, dan sekaligus mengakhiri program 2006 – 2007. Saat ini kami baru mulai pertimbangkan beberapa kemungkinan untuk program 2007 – 2008, tapi belum ada keputusan.

Redaksi : Terima kasih Rene, sukses untuk anda dan MB Bontang PKT.

Rene’ : Terima kasih juga kepada Henry Goeltom dan Trendmarching, semoga Trendmarching tetap berjaya, menjadi makin asyik dan terus berjuang untuk kemajuan MB Indonesia! VINCERO!!!

 

Komentar
salut deh !
Ditulis oleh e_fer21 pada 2007-01-30 23:35:46
selamat ya buat MBBPKT..saya salut deh dengan paket gpmb kmaren..menghibur sekali!! Buat mr Rene juga..saya salut dgn usaha anda untuk paket GPMB XXII kmaren..Usaha untuk bertemu Dani agar membangkitkan motivasi player di GPMB! salut buat anda. Salut buat MBBPKT. What a great band!
keren foto2 na
Ditulis oleh yufin pada 2007-01-31 16:00:05
hehehe keren banget foto-fotonya sama dewa yah,...cerita mas rene cool juga yah...keep marching yo..... 
:) 8) ;) :grin :roll :p :) cool
baravo
Ditulis oleh lina pada 2007-01-31 16:01:17
wah selamat ya buat Bontang,aku pengen jg sih ikut marching band di PKT Bontang boleh gak ya. :cry tp aku jauh bgt.salam ya buat Mr.Rene salam kangen deh. :)
congratz Mr.Rene' ! VINCERO
Ditulis oleh adhiemello pada 2007-10-03 23:59:51
Mr. Rene' Mungkin Lupa denga saya.. adhie mello terakhir ikut serta parade senja istana negara 2003.. Kenangan yang paling indah selama bergabung dengan MB PKT. Maaf Mr. Rene Boleh Saya Meminta e-mail anda.. Jikalau Bisa bisa kirim ke ! Saya sangat merindukan MBPKT :grin  
 
sukses selalu untuk anda dan MB PKT !!! 
 
VINCERO :grin :grin :grin :grin
Selamat buat MB PKT
Ditulis oleh nitha pada 2008-03-22 10:31:58
Sukses slalu ya buat MB PKT. kangen jg neh ma MB. ikut event seru, berlatih dengan teman2 dan pelatih yang asik2. 
oya, saya Anita, dl jg salah satu pemain Mello di MB PKT ini, skitar 8 tahun yg lalu. sempat beberapa tahun saya menikmati kebersamaan dengan teman2 di MB PKT. senang deh.. 
Sukses n slalu semangat ya buat semua personel di MB PKT. 
:)
Mr. Rene
Ditulis oleh Mczal pada 2008-05-08 20:00:37
halo mister apakabar 
kalo saya sih allhamdulillah baik2 aja 
 
Kabarnya untuk paket GPMB yang skarang mo bawain paket Crisye yaa......????? 
Bener gk sihhh :) 8) ;)
SUKSES PKT..
Ditulis oleh afel pada 2009-01-17 12:13:02
Selamat ya...MBPKT emang keren...pantes klo jadi juara tingkatin ya biar tetep juara 1..!!!tetep exist yupz... :grin :grin :grin :grin
I LOVE U ALL
Ditulis oleh dcim pada 2009-04-26 19:38:50
KALIAN KEREN BANGET,,,,BAHKAN MENURUT GUA SECARA PRIBADI KALIAN MBB PKT PALING BAGUS DI DUNIA,,,,KALIAN SUPER DUPER KEREN,,,,,,,,AMAZING.......SALAM HANGAT DARI DC IM P.KT
Ditulis oleh irvan pada 2009-12-19 02:39:46
Wehhhhhhhhhhh,Keren juga tuh.Mr.Rene Boleh tuh ajarin aq bermain perkussi

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

< Sebelum   Berikut >
Berita/Artikel Terbaru
Popular
Komentar Artikel/Berita

:) emm saya jg spendapat klo sparadha masuk dalam best...
Oleh: encorpstyle
[2010-03-11 10:35:41]


:) hallo mas nimon, salam kenal. saya menyesal kmrn g bs...
Oleh: encorpstyle
[2010-03-11 10:03:59]


Terimaksih atas usulannya...! 
Untuk Sementara pada Tahun...
Oleh: Bams
[2010-03-11 08:58:34]

 
Trendmarching : Portal Informasi dan Edukasi Marching Band Indonesia
© 2007 Trendmarching.or.id All rights reserved
design | sikumbang

eXTReMe Tracker